Close

Your opinion matter to us

Please rate and help us get better
Rate Rajajobs
 
Lewati
 
  News   Deretan Penemu Teknologi yang Tak Setenar Temuannya

Deretan Penemu Teknologi yang Tak Setenar Temuannya


Siapa yang tidak mengenal penemu sekaligus pendiri Apple, Facebook maupun Microsoft? Ya, mereka adalah Steve Jobs, Mark Zuckerberg dan Bill Gates. Mereka dikenal karena penemuannya di bidang teknologi yang sangat membantu di era modern seperti saat ini. Namun tahu kah kamu penemu teknologi lain seperti Line, Instagram hingga Spotifiy? meski rata-rata mereka jarang tampil di publik tapi banyak masyarakat yang banyak dan mengetahui aplikasi teknologi yang mereka temukan. Siapa sajakah mereka? simak ulasannya dibawah ini.

 

 

1. Instagram

Kevin Systrom yang merupakan seorang programmer dan pengusaha Internet. Ia dan Mike Krieger adalah pendiri Instagram. Yap, aplikasi Instagram yang sering kalian gunakan untuk posting foto, Insta Story, filter digital dan share di media sosial lainnya. Setelah lulus SMA Kevin masuk ke Stanford University mengambil jurusan Management Science and Engineering dan lulus pada tahun 2006. Lulus dari Stanford, Ia sempat bekerja di Google dan menjabat sebagai manajer pemasaran produk seperti Gmail, Google Calendar, Docs dan Spreadsheets. Tak lama setelah itu Kevin meninggalkan Google dan memnciptakan Instagram bersama rekannya. Sebulan setelah peluncurannya, Instagram mampu menggaet 1 juta pengguna.

Setahun kemudian mencapai lebih dari 10 juta pengguna, dan pada tahun 2012 berhasil memikat kompetitornya yaitu Facebook. Pada akhirnya Instagram sepakat untuk bekerja sama dengan Facebook dengan menerima tawaran akusisi senilan USD1 miliar.

 

 

2. WhatsApp

Jan Koum yang terlahir dari keluarga kurang mampu, Ia makan dengan mengandalkan jatah makanan gratis dari pemerintah untuk para tunawisma dan gelandangan. Terkadang ia tidur di tempat umum hanya beralaskan tanah dan beratapkan langit. Untuk bertahan hidup Jan Koum pindah ke Amerika Serikat dan masuk sekolah disana. Meski terknal nakal di sekolahnya hingga sering terlibat perkelahian, ia merupakan murid yang cerdas dan sangat menyukai pemrograman komputer yang dipelajarinya secara otodidak dari buku-buku bekas. Bahkan ia sempat bergabung dengan grup hacker yang dikenal dengan nama w00w00.

Penemuan WhatsApp dimulai pada tahun 2009 dimana iPhone sedang mengalami masa kejayaannya dan Jan Koum yang tertarik dan melihat adanya potensi besar pada aplikasi app store di iPhone yang memberikannya ide untuk menciptakan aplikasi yang dapat menampilkan status pada kontak telepon di iPhone dan dari situlah awal mula terciptanya aplikasi WhatsApp. Meski hanya sedikit yang mengunduh aplikasinya sekitar 250 orang tapi dengan memodifikasi kembali aplikasi tersebut yang meriliskan WhatsApp v2.0 yang dilengkapi dengan feature pesan instan dan berhasil menaikkan jumlah penggunanya menjadi 250 ribu pengguna. Pada tahun 2013 Brian Acton setuju menjual WhatsApp ke Facebook seharga 19 Milliar Dollar, setelah aplikasinya setelah dibeli oleh Facebook kekayaan Jan Koum melonjak drastis hingga 6,8 Milliar Dollar atau setara 80 Triliyun Rupiah. Namun sayang, akibat skandal kebocoran data yang sedang diterpa Facebook akhir-akhir ini Jan Koum memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO WhatsApp.

 

 

3. Skype

Teknologi Skype yang ditemukan oleh wirausahawan Niklas Zennstorm dan Janus Friis, yaitu orang sama yang menemukan Kazaa dan Joost (P2P untuk televisi). Skype lalu berkompetisi dengan protokol terbuka VoIP yang sudah ada seperti SIP, IAX dan H.323. Group Skype dibentuk pada September 2003 yang kemudian dibeli oleh E-bay pada September 2005 dan bermarkas di Luxemburg. Program Skype yang bisa diunduh secara gratis dan dibuat sebagai sara penyedia komunikasi suara berkualitas tinggi yang murah dan berbasis internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia.

Semenjak diluncurkan, Skype mengalami perkembangan pesat baik dari para penggunanya maupun dalam pengembangan pada perangkat lunak nya. Hanya dalam beberapa tahun saja pada bulan April 2006, Skype memiliki 100 juta pengguna.

 

 

4. Youtube

Didirikan pada 14 Februari 2005 oleh Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim di San Mateo, California, Amerika Serikat. Youtube berawal dari perusahaan rintisan teknologi yang di investasikan senilai $11,5 juta dari Sequoia Capital antara pada bulan November 2005 dan April 2006. Kantor pertama yang terletak diatas sebuah pizzeria dan resto Jepang din San Mateo, California.

Video pertama di Yotube berjudul Me at the zoo, video yang diunggah pada tanggal 23 April 2005 ini menampilkan Jawed Karim di San Diego Zoo dan masih ada hingga saat ini. Kemudian pada November 2011 Google+ terintegrasi langsung dengan YouTube dan penjelajah web Chrome, sehingga video-video YouTube bisa ditonton di Google+. Pada saat yang sama, versi baru logo YouTube dipasang dengan bayangan merah yang lebih gelap, inilah perubahan desain pertama Youtube sejak Oktober 2006.

 

 

5. Line Messenger

Lee Hae-Jin berkebangsaan Korea Selatan ini merupakan pendiri dari aplikasi Line Messenger, lulusan sarjana teknis di Seoul National University. Lee Hae-Jin berhasil menduduku peringkat ke-34 dalam daftar 50 orang terkaya di Korea yang dibuat oleh Forbes pada tahun 2013, dimana kekayaannya mencapai 575 juta dolar AS.

Saat ini pengguna Line sudah melebihi 300 juta pengguna di seluruh dunia. Kesuksesan Line sebagai aplikasi pengirim pesan instan terlihat dari pengguna yang mencapai 101 juta di 230 negara di dunia. Line menduduki posisi 1 dalam kategori aplikasi gratis di 42 negara, di antaranya Jepang, Taiwan, Spanyol, Rusia, Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia, Macau, Swiss, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan lain-lain.. Nama Line sendiri terinspirasi dari antrian banyak orang di telepon umum setelah gempa yang terjadi di Jepang.

 

 

6. Spotify

Suka mendengarkan streaming musik menggunakan aplikasi Spotify? Berterima kasihlah pada didirikan Daniel Ek dan Martin Lorentzon. Sejak Desember 2013, Spotify tersedia di Android, Blackberry, iOS, Linux, Microsoft, dan lainnya. Layanan itu muncul di Amerika Serikat sekitar tiga tahun lalu.

Sejauh ini, Spotify mengklaim telah mengumpulkan 10 juta pengguna atau member dari seluruh dunia yang mau membayar. Dengan tawaran akses ke jutaan lagu, pelanggan cukup membayar US$5 (sekitar Rp 60 ribu) hingga US$ 10 (sekitar Rp 121 ribu) per bulan. Hingga saat ini Spotify telah memiliki 40 juta pengguna secara keseluruhan.

 

 

Authored by Agnes Hutagalung





 News   Deretan Penemu Teknologi yang Tak Setenar Temuannya
Read This

News

Career Advices

Interview Q & A

Salary Info

Activities



Subscribe
Be informed about the latest Vacancies, Events, and Career Tips.
About Us
Contact Us
FAQ
Product & Services
Terms & Conditions
Gallery
Rajajobs' Apps
Please input your phone number. Rajajobs' download link will be sent to your phone.