Close

Your opinion matter to us

Please rate and help us get better
Rate Rajajobs
 
Lewati
 
  News   Kisah Inspiratif Anak Jenius di Bidang Teknologi

Kisah Inspiratif Anak Jenius di Bidang Teknologi


Pada era yang semakin berkembang khususnya pada bidang teknologi. Dimana para penemu atau pencipta teknologi yang diciptakan oleh anak kecil jenius. Hal tersebut didasarkan karena kegemaran, hobi dan rasa ingin tahu yang besar membuat mereka terus menggali ilmu pengetahuan untuk mengembangan mewujudkan keinginan mereka.

Berikut ini kisah inspiratif anak jenius di bidang teknologi:

 

 

1. Ben Pasternak

(Pencipta aplikasi game Impossible Rush)

Remaja asal Sidney, Australia ini digadang-gadang akan mengalami kesuksesan yang setara dengan Mark Zuckerberg sang penemu Facebook karena Ben menjadi bahan perbincangan dunia mengenai aplikasi permainan yang dibuatnya yaitu Impossible Rush pada Oktober 2014. Permainan ini diperuntukkan bagi pengguna iOS dan telah diunduh sebanyak lima ratus ribu kali semenjak 6 minggu peluncurannya, hebatnya lagi aplikasi game ini menaikkan statistik App Store pada tingkat yang lebih tinggi. Ide pembuatan Impossible Rush sendiri datang secara spontan ketika pelajar SMA Reddam House's Woollahra ini sedang bosan dengan aktivitas sekolahnya.

Ben yang berusia 15 tahun ini akhirnya iseng-iseng mengotak atik aplikasi mobile games, karena hobinya akhirnya Ben bertemu Austin Valleskey dari Chicago, Amerika Serikat di dunia maya. Keduanya bekerja sama untuk membuat aplikasi games bernama Impossible Rush. Games yang bertema tentang kemampuan reflek otak ini menarik perhatian para pengguna iOS yang dimana jumlah pengunduhnya lebih banyak dibandingkan Google dan Twitter. Hingga pada puncaknya perusahaan Perancis, Akkad membeli aplikasi games tersebut secara resmi dengan harga Rp 300 juta.

 

 

2. Jordan Casey

(CEO di tiga perusahaan)

Jordan yang berusia 14 tahun ini sudah memiliki  tiga perusahaan, dimana perusahaan yang ke-3 diumumkan pada November 2014. Perusahaan bernama Eventzy ini menyediakan aplikasi untuk mengelola acara pertemuan kecil maupun besar. Jordan mulai menyukai dunia teknlogi semenjak usia 9 tahun, dan munculah keinginannya untuk menjadi games developer ketika melihat situs yang berisi games. Dari situ Jordan langsung membeli dan mempelajari buku program komputer, ketika usianya 10 tahun Jordan sudah menguasai HTML, CSS dan Java bahkan websitenya sudah dikunjungi lebih dari 50 ribu pengunjung.

Di usia 12 tahun, Jordan menciptakan app games bagi pengguna iOS bernama Alien Ball vs Human. Games tersebut masuk dalan 50 top list games terlaris sepanjang tahun 2012. Kesuksesan tersebut menobatkannya sebagai developer games iOS termuda di Eropa. Dan ketika memasuki usia 13 tahun, Jordan berhasil mendirikan perusahaan pertamanya bernama Casey Games dan meluncurkan games terbarunya bernama My Little World yang terinspirasi  dari pengalaman waktu kecil.  Selain sibuk sebagai pengusaha, Jordan juga sering diundang di banyak pertemuan teknologi sebagai pembicara.

 

 

3. Robert Nay

(Pencipta aplikasi games Bubble Ball dan CEO Nay  Games)

Seorang anak remaja berusia 14 tahun menjadi CEO di perusahaan Nay Games miliknya. Robert mendirikan perusahaan games di usia yang sangat muda karena kesukaanya bermain games seperti anak-anak seumurannya. Rasa ingin tahu yang begitu besar membuat Robert mencari informasi melalui perpustakaan hingga internet tentang games dan cara membuatnya. Ketika ia masih duduk di bangku kelas 3 SD sudah mampu membuat banyak games sederhana yang banyak dipesan oleh teman-teman sekolahnya.

Games sederhana yang dibuat Robert saat itu tidak di komersialkan alias gratis. Namun karena memiliki banyak peminat akhirnya Robert pun selalu didampingi orang tua dan beberapa mentor untuk melakukan beberapa riset mengembangkan beberapa games yang sudah berhasil dibuatnya pada sebuah perpustakaan lokal dimana ia tinggal. Bubble Ball merupakan games komersil pertama yang diluncurkan oleh Robert melalu iTunes App Store dengan jumlah pengunduh mencapai 2 juta orang dan pendapatannya dalam waktu dua minggu hampir mencapai Rp 2 M.

 

 

4. Shravan dan Sanjay Kumaran

(Kakak adik menjadi CEO perusahaan)

Kakak beradik ini menjabat sebagai CEO, pada perusahaan software yang mereka bangun sendiri yaitu GoDimensions pada tahun 2012. Saat mendirikan perusahaan tersebuth Shravan yang masih berusia 8 tahun dan Sanjay adiknya yang berusia 6 tahun. Berbeda dengan anak-anak pada umumnya yang masih se usia mereka memiliki mainan mobil-mobilan atau pistol air, tapi kakak beradik ini sudah memiliki perushaan sendiri di usia mereka yang terbilang sangat muda.

Shravan dan Sanjay mengembangkan 11 aplikasi telepon genggam dan sudah diunduh sebanyak 70 ribu orang. Dengan prestasi yang gemilang, kakak beradik ini dinobatkan menjadi CEO termuda di India.

 

 

5. Reuben Paul

(CEO dari perusahaan Prudent Games)

Reuben berasal dari Austin, Texas, Amerika ini sudah menjadi CEO dari perusahaan bernama Prudent Games, yaitu perusahaan yang dikenal sebagai pembuat video game yang menggabungkan edukasi dan permainan. Reuben terpilih dalam program anak berbakat yang diberikan oleh pemerintah Texas. Dalam program tersebut yang mengharuskan pesertanya membuat sebuah jenis permainan dan disitulah Reuben untuk pertama kalinya menciptakan video game.

Perusahaan dimana Reuben bekerja, perusahaan ini membuat aplikasi untuk membantu anak-anak membuat password yang benar agar tidak mudah di hack. Selain itu terdapat juga apliaksi edukatif tentang menghack atau membobol password.

 

 

6. Lim Ding Wen

(Pencipta aplikasi Doodle Kids)

Pada tahun 2009 seorang programmer cilik bernama Lim Ding Wen yang berusia 9 tahun asal Malaysia dilaporkan karena telah berhasil menciptakan sebuah aplikasi virtual painting bernama Doodle Kids. Pada awalnya Wen membuat aplikasi ini hanya untuk menyenangkan hati adiknya, namu tak disangka aplikasi tersebut malah menarik perhatian perusahaan Apple.

Aplikasi Doodle Kids pun akhirnya lolos tahap uji dan resmi rilis di iTunes dan aplikasi App Store. Wem mempelajari bahasa pemrograman sejak usia 7 tahun, bahasa yang sudah ia pahami seperti Applesoft BASIC, Gsoft BASIC, Complete Pascal, Orca/Pascal dan Objective-C. Saat ini Wen tinggal di Singapura dan masih aktif dalam mengembangkan beberapa aplikasi

 

 

Authored by Agnes Hutagalung





 News   Kisah Inspiratif Anak Jenius di Bidang Teknologi
Read This

News

Career Advices

Interview Q & A

Salary Info

Activities



Subscribe
Be informed about the latest Vacancies, Events, and Career Tips.
About Us
Contact Us
FAQ
Product & Services
Terms & Conditions
Gallery
Rajajobs' Apps
Please input your phone number. Rajajobs' download link will be sent to your phone.