Close

Your opinion matter to us

Please rate and help us get better
Rate Rajajobs
 
Lewati
 
  News   Jejak Invetasi Sukses dari Miliarder Warren Buffet

Jejak Invetasi Sukses dari Miliarder Warren Buffet


Siapa yang tidak mengenal Warren Buffet? termasuk salah satu investor sukses di dunia, pengusaha sekaligus philanthropist dari negara Amerika Serikat. Tidak hanya sampai disiitu, beliau juga menjadi seorang komisaris, direktur utama sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway.

Warren kecil yang lahir pada tanggal 20 Agustus 1930 ini sudah memiliki bakat untuk berinvestasi. Meskipun banyak rintangan dan halangan yang dihadapi, hal tersebut membawanya menuju pintu kesuksesan. Ayahnya adalah anggota parlemen AS, tapi tidak menjadikan Warren anak yang manja dan malas bekerja. Warren malah mencoba untuk mandiri dan memiliki penghasilan sendiri.

Beliau pernah membangun perusahaan dengan keuntungan hanya 30% per tahun kemudian menutupnya. Kemudian saat berumur 35 tahun, Warren membeli saham di suatu perusahaan yang dimana 3 tahun kemudian Warren memiliki sebagian besar saham dari perusahaan tersebut. Dengan berlimpah uang yang dimilikinya tidak membuatnya untuk berfoya-foya namun Warren gunakan kembali untuk berinvestasi mulai dari perusahaan permata, makanan, asuransi dan masih banyak lagi.

Nah disinilah kesuksesan berinvestasi yang harus kamu contoh dari Warren Buffet, beberapa diantaranya adalah:

 

1. Memiliki insting yang kuat

Warren memiliki insting yang sangat bagus dalam berinvestasi, termasuk yang sedang naik daun yaitu orang - orang berinvestasi di bidang teknologi. Warren suka membeli saham di tempat yang berkompeten untuk berkembang kedepannya. Ia menyukai untuk mengikuti tren namun lebih memilih berbuat sesuatu dengan cara dan gayanya sendiri, karena kalau sukses ya sukses sendiri dan kalau bangkrut ya bangkrut sendiri.

 

2. Investasi Jangka Panjang

Warren tidak suka dengan saham yang hanya bersifat sementara. Sebelum berinvetasi ia suka memprediksi bagaimana tren perusahaan tersebut kedepannya apakah ada kemajuan atau tidak. Warren memiliki prinsip bahwa ia membeli bisnisnya itu sendiri bukan membeli saham. Ketika ia sedang berinvestasi pada perusahaan coca cola yang dimana perusahaan ini sedang mengalami penurunan profit, namun Warren tidak tergoda untuk menjual saham tesebut tapi tetap mempertahankannya. Ia menyukai untuk memiliki saham dalam jangka panjang dan tidak mudah tergoda dengan pergerakkan uang yang sedang terjadi di perusahaan.

 

3. Strategi Sederhana

Tidak perlu memiliki strategi yang berkelit dalam berinvestasi. Ketika Warren ingin berinvestasi, ia menekankan pada kriteria kualitatif dan kuantitatif kemudian menggabungkannya untuk membuat strategi yang matang dan kuat ketika berinvestasi.

 

4. Mampu Menyimpan Uang

Dengan tidak menghambur-hamburkan uang yang digunakan untuk investasi, Warren lebih memilih untuk menghemat uangnya dengan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang kurang penting.

 

5. Jadilah Orang Ramah, Sederhana dan Dermawan

Warren berkata bahwa 85% dari kekayannya akan disumbangkan melalui Bill dan Melinda Gates, bahkan Warren pun tidak mewariskan harta untuk anaknya, karena ia ingin anaknya bisa sukses melalui usahanya sendiri seperti yang dilakukan Warrren pada waktu kecil. Warren lebih memilih makanan sederhana daripada harus ke resto yang mahal, karena hal seperti itu bisa saling berbagi kebahagiaan dan cinta bagi orang lain.

 

Authored by Agnes Hutagalung





 News   Jejak Invetasi Sukses dari Miliarder Warren Buffet
Read This

News

Career Advices

Interview Q & A

Salary Info

Activities



Subscribe
Be informed about the latest Vacancies, Events, and Career Tips.
About Us
Contact Us
FAQ
Product & Services
Terms & Conditions
Gallery
Rajajobs' Apps
Please input your phone number. Rajajobs' download link will be sent to your phone.