Close

Your opinion matter to us

Please rate and help us get better
Rate Rajajobs
 
Lewati
 
  News   Lulus Kuliah, Kerja di Startup atau Perusahaan Besar?

Lulus Kuliah, Kerja di Startup atau Perusahaan Besar?
Friday , 20 October 2017

Lulus kuliah adalah hal yang sangat membanggakan terutama bagi orang tua kamu, namun euforia itu tidak akan berlangsung lama, kenapa? kamu harus mulai memikirkan satu hal yaitu 'Mau kerja dimana?' Tapi kamu bingung memilih ingin bekerja di perusahaan yang mapan atau startup? Yuk simak penjelasannya dibawah ini:

 

1. Perhatikan saat memilih pekerjaan

Sebagai fresh graduate kamu pasti berharap bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang oke juga pastinya, namun ada juga yang langsung menerima tawaran kerja apapun sebagai kerja pertamanya setelah lulus kuliah.

Ini yang harus kamu terapkan dan pikirkan:

-   Apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan passion kamu?

-   Apakah ilmu saat kamu kuliah akan terpakai?

-   Apakah pekerjaan itu akan membuat kamu berkembang?

Berpatoklah dan pertimbangkan tiga pertanyaan diatas ketika kamu akan memilih pekerjaan.

 

2. Hal yang 'oke' dan 'nggak oke' dari perusahaan besar

Keuntungan bekerja di perusahaan besar atau mapan sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Cobtohnya jika kamu bekerja di sebuah bank swasta asing yang ternama dengan gaji pokok mulai dari 4,5 sampai belasan juta per bulannya belum lagi tunjangan yang kamu dapatkan mulai dari hari raya, lembur hingga transportasi. Ditambah lagi kalau kamu bisa melampaui targer, naah bonus bergelimpangan alias kamu bisa gajian 18 sampai 24 kali dalam setahun.

Eiitss… jangan senang dulu, untuk bekerja di perusahaan  yang oke pasti sarat akan politik. Terkadang penilaian kinerja masih dinilai dari kedekatan seperti hubungan keluarga maupun teman.

 

3. Kerja di startup, gaji minim tanggung jawab berat?

Well, gaji nggak seberapa tapi tanggung  jawab yang dimiliki banyak. Berkarir di startup pun menjadi alternatif yang 'seksi' untuk fresh graduates. Namun ada yang harus kamu ketahui sebelum kamu memutuskan untuk bekerjan di perusahan startup, yaitu jangan berharap kamu memiliki josdesc yang pasti karena jobdesc kamu pasti akan berubah-ubah tergantung perusahaan sedang membutuhkan apa. Seperti contoh kamu bekerja sebagai digital marketing, jika diperusahaan besar kamu tinggal mengolah data tapi kalau di perusahaan startup kamu harus mencari sendiri datanya.

Kamu juga dituntut untuk selalu aktif berkontribuksi dalam memberikan ide yang kreatif dan inovatif, karena perusahaan startup kebanyakan masih mencari pola bisnis yang paling menguntungkan dan sesuai dengan selera pasar. So, harus rajin memberi masukkan ide atau masukkan  untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan. Asal memiliki visi misi yang jelas dan sumber daya yang mau bekerja keras perusahaan startup pasti memiliki masa depan.

 

Perlu diingat, kalau kamu juga harus bisa memahami diri sendiri loh. Di lingkungan seperti apa sih kamu lebih bisa berkembang? Nggak semua orang bisa maju di bawah tekanan untuk berpikir out of the box  ala startup. Atau mungkin kamu akan lebih cocok di lingkungan yang sistemnya sudah pasti. Mungkin kamu tipe orang yang alur kerjanya “mengamati, mengikuti, merasakan baru memperbaiki.”

Keputusan apapun yang akhirnya akan kamu pilih, semua tergantung padamu. Pilihan yang satu tidak lebih buruk dari yang lain. Hanya saja beda seperti membandingkan celana pendek dan panjang. Tergantung kamu kan, lebih cocok pakai yang mana?

 

Authored by Agnes Hutagalung





 News   Lulus Kuliah, Kerja di Startup atau Perusahaan Besar?
Read This

News

Career Advices

Interview Q & A

Salary Info

Activities



Subscribe
Be informed about the latest Vacancies, Events, and Career Tips.
About Us
Contact Us
FAQ
Product & Services
Terms & Conditions
Gallery
Rajajobs' Apps
Please input your phone number. Rajajobs' download link will be sent to your phone.